Rabu, 06 Juni 2012

ANDRAGOGI



Andragogi berasal dari bahasa Yunani , yaitu “aner” yang berarti orang dewasa, dan “agogos” yang berarti memimpin. Yang memiliki arti secara harafiah yaitu mengarahkan orang dewasa. Andragogi pertama kali  diperkenalkan oleh Alexander Kapp(seorang pendidik dari Jerman) pada tahun 1833 kemudian dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Serikat, Malcolm Knowles.
Maksud dari andragogi adalah melibatkan orang dewasa dalam pendidikan. Pendidikan tidak mengenal usia, semua orang sepanjang umur boleh saja dalam prosese pendidikan. Seperti LONG LIFE EDUCATION.
Tentu saja pendidikan yang dialami anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Empat konsepsi pokok andragogi yang tertuang dalam buku The Adult Leaner karangan Malcolm Knowles:
1.     Perubahan dalam konsep diri (self concept), yaitu seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke pengarahan diri alias mandiri.
2.     Peranan pengalaman, individu tumbuh matang dan mengumpulkan banyak pengalaman, dalam hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya dan pada waktu yang sama memberikan dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru.
3.     Kesiapan belajar, tiap individu menjadi matang maka belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologiknya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan tugas perkembangan untuk peranan sosialnya.
4.     Orientasi belajar, orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan problem-problem kehidupan (problem centered orientation).





Perbedaan antara pedagogi dan andragogi terletak pada :
1.     Keaktifan objek di dalam pendidikan.
Pada pedagogi siswa mesti menerima pendidikan yang sudah di setup oleh sistem pendidikan, di setup oleh gurunya/pengajarnya. Apa yang dipelajari, materi yang akan diterima, metode panyampaiannya, dan lain-lain, semua tergantung kepada pengajar dan tergantung kepada sistem, sehingga memiliki kelemahan yang memiliki keunikan, yang memiliki talenta, memiliki minat, memiliki kelebihan, menjadi tidak berkembang, menjadi tidak bisa mengeksplorasi dirinya sendiri, tidak mampu menyampaikan kebenarannya sendiri, sebab yang memiliki kebenaran adalah masa lalu, adalah sesuatu yang sudah mapan dan sudah ada sampai sekarang.
Pada andragogi ada istilah seperti Enjoy Learning, Workshop, Pelatihan Outbond yang berarti pendidikan itu dijalani dengan senang hati. Ada konsep seperti liberalisme pendidikan dan anarkisme pendidikan. Liberalisme pendidikan adalah sudut pandang yang mengajak kita melakukan perubahan di sistim pendidikan yang ada sekarang untuk menciptakan kebebasan bagi  individu dan mewujudkan potensi diri. Sekolah bersifat objektif  namun tidak sentral.  Sekolah bukan hanya mengajarkan pada siswa bagaimana berpikir yang efektif secara rasional dan ilmiah, melainkan juga mengajak siswa untuk mengerti cara pemecahan masalah secara intelek yang paling meyakinkan. Anarkisme pendidikan artinya masyarakat bebas berlembaga dan menghapuskan batasan-batasan pendidikan atau bahkan menghapuskan sistim persekolahan.
2.      Citra diri
Pada masa pedagogi citra diri siswa masih sempit dan semakin lama semakin dewasa sesuai dengan bertambahnya usia. Pada saat andragogi citra diri anak sudah mulai matang dan sudah bisa diajak untuk mengambil keputusanyang berkitan dengan pendidikan yang akan dihadapinya.
3.       Pengalaman
Pada pedagogi dipusatkan pada guru karena anak belum memiliki banyak pengalaman sehingga  model pengajarannya seperti ceramah dan siswa pasif, komunikasi yang terjadi itu komunikasi satu arah. Sedangkan pada andragogi pengalaman sudah mulai bertambah sehingga model pembelajarannya berubah menjadi bentuk diskusi yang dapat menjadikan pengalaman itu sebagai guru terbaik.

4.      Kesiapan belajar
Pada pedagogi materi apa yang akan diajarkan adalah tanggung jawab guru 100 % sedangkan pada andragogi peserta didik yang memutuskan apa yang akan dipelajari berdasarkan tingkat kebutuhannya dan guru hanya bersifat fasilitator.  
Tentu saja andragogi ini dapat diterapkan oleh kaum umum maupun di perguruan tinggi. Ada juga kelemahan orang dewasa adalah mudah tersinggung. Hal yang penting diperhatikan dalam andragogi adalah “bukan tentang apa yang  dikatakan, tetapi bagaimana cara mengatakannya”.
id.wikipedia.org/wiki/Andragogi
re-searchengines.com/0306supriadi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar